Hari Pertama: Rumah – Semarang

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Rasanya sulit sekali untuk tidur karena terlalu bersemangat. Agar tidak terjebak macetnya orang berangkat kerja pada hari Senin pagi, kami memutuskan untuk berangkat sekitar pukul 04.30. Al cukup mudah dibangunkan dan mandi pagi dengan cepat. Setelah memasukkan semua barang bawaan ke mobil, akhirnya siap berangkat!!! 

Dengan pertimbangan akan menginap di tiga tempat yang berbeda, kami memisahkan barang bawaan menjadi tiga tas, jadi tidak perlu menurunkan semua barang pada setiap kota. Perhitungan baju yang dibawa rata-rata adalah 1 baju pergi per hari, 1 baju tidur per kota, dan satu baju rumah per kota. Untuk Al sengaja agak dilebihkan beberapa pasang baju. Tidak ketinggalan juga baju renang dan perlengkapannya. Ada tambahan satu tas lagi yang berisi peralatan mandi, skin care, charger, dan berbagai benda lain yang harus di bawa turun pada setiap kota. Pembagian seperti ini terbukti cukup efektif dan efisien, serta tidak repot setiap kali harus membongkar dan mengemas satu tas yang sama.

Perjalanan berangkat bisa dikatakan sangat lancar, saya sampai beberapa kali harus mengingatkan suami agar kecepatan kendaraan tidak berlebihan karena jalanan kosong. Sekitar pukul enam pagi, matahari pun terbit dan sekitar pukul setengah delapan kami sudah sampai di gerbang tol Palimanan.

20160613_073328

Kami memasuki kota Semarang sekitar pukul 12 siang, dan langsung memutuskan secara acak untuk makan siang di Warung Asem-Asem Koh Liem. Tidak sempat berfoto-foto karena sudah lapar dan lelah sehabis menempuh perjalanan jauh. Makanannya cukup enak dan seperti masakan di rumah. Sehabis makan kami langsung ke hotel dan beristirahat. Al sendiri langsung senang karena ada bathtub di kamar mandi. Siang sampai sore dihabiskan dengan bersantai-santai di kamar hotel.

Menjelang sore kami pergi ke KoenoKoeni untuk makan. Sekali lagi restoran ini dipilih secara acak dari berbagai ulasan yang pernah dibaca. Tempatnya cukup nyaman dan makanannya juga cukup enak. Al sendiri makan dengan cukup lahap. Sekali lagi tidak memotret makanan karena kami duduk di luar dan tidak terlalu terang. Al sendiri sempat minta difoto dengan koleksi motor yang dipajang di sana. Namun karena gelap, hasilnya pun tidak bagus. Oh ya, sesampainya di Semarang ini kami baru menyadari kalau ada yang tidak beres dengan baterai kamera, sehingga kamera tidak bisa dipakai. Jadi sepanjang liburan ini kami hanya mengandalkan kamera hp yang seadanya.

Setelah makan kami memilih untuk kembali ke hotel dan beristirahat agar siap untuk bertualang pada hari kedua.

 

 

Advertisements

One thought on “Hari Pertama: Rumah – Semarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s