[Book Review] Dreamlets: Sang Pembuat Mimpi

Pernahkah kamu memikirkan, dari mana datangnya mimpi? Nah, ada sebuah rahasia. Di dalam tembok ada makhluk yang tidak pernah kau lihat. Makhluk ini mungil, lentur, berbulu, dan lucu. Mereka bisa terbang, melihat menembus dinding, dan tak dapat dilihat oleh mata manusia. Makhluk ini bernama dreamlet. Mereka adalah pembuat mimpi.

Beberapa waktu lalu saya menghadiri peluncuran buku anak-anak  berjudul Dreamlets: Sang Pembuat Mimpi. Awalnya saya mengira buku piktorial setebal 202 halaman ini berisi kumpulan cerita, tapi ternyata saya salah! Buku ini adalah semacam novel bergambar untuk anak-anak. Buku ini ditulis untuk sebagai jembatan dari picture book ke novel. Melalui buku ini anak-anak bisa mulai membaca buku yang lebih tebal, tetapi masih dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik. Anak-anak bisa “belajar” membaca novel melalui buku ini. Sudah ada pembagian bab dan cerita yang berlanjut terus sampai akhir. Diharapkan setelah membaca buku semacam ini, anak akan penasaran dengan novel dan kemudian terbiasa untuk membaca buku yang lebih tebal. Penulis buku ini, Bu Arleen dan ilustrator EorG (Evelyn Ghozalli) bekerja sama selama 2,5 tahun untuk mewujudkan buku ini.

Buku Dreamlets ini diterbitkan sebagai ungkapan rasa syukur dari Bu Arleen setelah sepuluh tahun berkarya menulis buku anak. Menurut Bu Arleen, kebiasaan membaca harus dibentuk sedini mungkin. Untuk itu, harus tersedia banyak buku yang berbobot dengan harga yang terjangkau. Agar anak-anak suka membaca, orangtua tidak boleh memaksa mereka untuk membaca. Sebaiknya orangtua memberikan teladan dengan banyak membaca buku di depan anak-anak, membacakan buku sejak mereka masih kecil, dan memberikan buku sebagai hadiah kepada anak-anak.

Albert sangat menyukai cerita Dreamlets. Sudah seminggu ini ia terus menyebut-nyebut tentang Dreamlets. Kadang sambil berkhayal bahwa memang ada Dreamlets di balik tembok rumah kami. Seru sekali. Menurut saya ceritanya juga seru, menarik, dan lengkap dengan ilustrasi yang sangat indah. Buku ini dibuat bilingual bukan untuk tujuan agar anak sekalian belajar bahasa Inggris, melainkan sebagai nilai tambah, sehingga anak-anak berbahasa Indonesia dan anak-anak yang berbahasa Inggris bisa menikmati ceritanya.

Bagaimana urban mama, sudah membaca buku apa hari ini?

Artikel ini sudah pernah tayang di The Urban Mama, tanggal 13 Maret 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s