[Book Review] Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri

Bolehkan menerima permen dari orang tak dikenal? Apa yang harus kaulakukan jika ada yang memaksamu membuka baju? Bagian tubuh mana yang tak boleh diperlihatkan atau disentuh orang lain? Apa yang harus kaulakukan jika ada orang yang berniat buruk?

***

Sebagai orangtua, rasanya ingin selalu bisa melindungi anak-anak. Cepat atau lambat tibalah saat di mana kita tidak bisa lagi berada di sisi anak-anak selama 24 jam. Karena itu kita harus mempersiapkan anak-anak agar mereka juga bisa melindungi diri sendiri. Ada banyak cara menanamkan hal ini kepada anak-anak. Salah satunya dengan membaca buku bersama-sama.

Judul Buku: Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri
Penulis: Watiek Ideo
Ilustrator: Lenny Wen, Ferlina Gunawan, Jackson, Christian Setiadi, EorG, Tjio Benson, Sherly Gunawan, dan Mantox Studio
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp86.000,-

Sudah sejak lama saya ingin membeli buku yang menjelaskan tentang cara melindungi diri untuk anak-anak. Salah satu alasannya karena saya merasa paling mudah memberikan pengertian kepada Albert melalui cerita dari buku. Kebetulan sekali saat ke toko buku beberapa waktu yang lalu saya melihat ada buku ini.

Ada sepuluh cerita dengan ilustrasi yang bagus-bagus dalam buku ini. Ceritanya pendek-pendek, hanya delapan halaman. Pada akhir setiap cerita selalu ada tips untuk orangtua. Melalui buku ini anak-anak bisa belajar tentang perbedaan jenis kelamin, dari mana asal bayi, sentuhan yang pantas atau tidak pantas, tidak boleh menerima ajakan orang asing, dan sebagainya.

Walaupun buku ini ilustrasinya menarik dan diletakkan pada bagian buku anak, tapi sebaiknya anak-anak didampingi saat membaca buku ini. Jadi buku ini memang dibuat untuk dibaca bersama orangtua, bukan membiarkan anak membacanya sendiri dan berharap mereka bisa langsung mengerti cara melindungi diri sendiri.

Menurut Ibu Watiek Ideo, penulis buku ini, ide untuk menulis buku ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2012 dan baru terealisasi pada tahun 2014 karena ramainya kasus kejahatan seksual pada anak yang diberitakan di media massa. Awalnya Ibu Watiek sempat khawatir karena tidak semua penerbit mau menerbitkan buku bertema sensitif. Akhirnya GPU menerima naskah ini dengan catatan nantinya akan di-review terlebih dahulu oleh beberapa pihak, termasuk KPAI dan MUI. Saat mengerjakan buku ini Ibu Watiek sempat mengontak banyak pihak untuk meminta pertimbangan dan masukan agar buku ini benar-benar pas dan tepat. Ternyata sambutan berbagai pihak sangat positif dan buku ini juga sudah dicetak ulang hanya sebulan setelah diterbitkan.

Saya sendiri merasa senang karena buku ini bisa memberikan contoh dan gambaran bagaimana menjelaskan kepada Albert cara ia melindungi diri sendiri, sekaligus memberikan jawaban sederhana saat ia bertanya tentang tubuh dan dirinya. Saya juga merasa sangat terbantu dengan berbagai tips yang diberikan pada akhir setiap cerita.

Artikel ini sudah pernah tayang di The Urban Mama, tanggal 10 Januari 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s