Membuat Roti Tawar Sendiri

Dari dulu saya penasaran ingin membuat roti sendiri. Saya pernah beberapa kali mencoba, tapi kok rasanya susah dan menguleninya perlu tenaga ekstra. Saya bahkan sudah sempat melirik breadmaker dan heavy duty mixer agar roti-roti yang dimakan di rumah adalah buatan sendiri. Selain itu saya juga menyukai roti yang padat dan mengenyangkan, bukan yang empuk lembut seperti banyak dijual di sini. Sehingga kalau Albert makan seiris roti untuk sarapan sudah cukup mengenyangkan sampai jam istirahat.

Seorang teman saya beberapa kali bercerita kalau menguleni roti itu mudah kok, dan ia membagi resep andalannya di sini. Awalnya saya tidak percaya, tapi karena ia berulang kali bilang bahwa menguleninya mudah, saya jadi penasaran dan merasa tertantang. Ternyata setelah beberapa kali mencoba, akhirnya saya ketagihan dan ini menjadi resep roti andalan saya. Senang deh, karena tercapai cita-cita tidak beli-beli roti lagi.

Bahan:

  • 320 gram tepung terigu protein tinggi (saya pakai tepung cakra)
  • 30 gram tepung gandum utuh (kalau tidak punya, ganti saja dengan tepung cakra)
  • 2 sdt ragi instan (saya pakai fermipan)
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 300 ml susu cair
  • 80 gram muesli atau rolled oat
  • 1 sdm minyak zaitun

Cara membuat:

  1. Campurkan tepung, ragi, gula, dan garam pada mangkuk besar. Aduk rata.
  2. Tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk sehingga tepung bersatu menjadi gumpalan besar dan tidak terlalu lengket lagi. Hentikan penambahan susu jika sudah tercampur dengan baik. Pengalaman saya, susu yang terpakai akan bervariasi antara 250 – 300 ml. Kalau masih terlalu lengket, tambahkan sedikit tepung.
  3. Masukkan muesli atau rolled oat dan uleni terus hingga adonan tidak menempel di tangan dan menjadi kalis.
  4. Jika sudah kalis, tambahkan 1 sdm minyak zaitun dan uleni lagi.
  5. Sisihkan adonan selama 45 menit sampai 1 jam. Kira-kira sampai ukuran adonan mengembang dua kali lipat dari sebelumnya.
  6. Panaskan oven 180 derajat Celcius.
  7. Tonjok adonan untuk mengeluarkan udara, lalu uleni lagi sebentar dan taruh di loyang. Kalau mau membuat roti isi, silakan tambahkan isinya pada proses ini.
  8. Diamkan lagi sekitar 15 menit, lalu panggang dalam oven sekitar 30-45 menit, sampai permukaan roti kecokelatan.
  9. Keluarkan dari oven dan dinginkan.
  10. Potong roti setelah tidak terlalu panas dan sajikan.

Saya lebih suka membuat roti tawar daripada roti isi, karena masing-masing bisa makan roti sesuai selera. Kalau suami saya suka roti dengan mentega, sementara saya suka roti dengan telur dan sayuran, lalu Albert biasanya suka selai cokelat atau selai kacang. Bagi urban mama yang punya heavy duty mixer, mungkin bisa mencoba mengaduknya dengan mikser, jadi tidak perlu menguleni dengan tangan.

Selamat mencoba, urban mama!

Artikel ini sudah pernah tayang di The Urban Mama, tanggal 7 November 2014.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s