Lower Back Pain

Awal tahun ini saya lagi semangat-semangatnya kerja. Ada proyek terjemahan, proyek di erasmus, ngajar ambil yang lima jam langsung, dan proyek-proyek lainnya. Mulai rajin olahraga juga, gak lari kog, tapi power walking. Biar suami rajin olahraga, saya tanding berapa kilometer yang bisa dicapai dalam sebulan. Karena sering duduk lama, kog rasanya punggung bawah agak sakit. Tadinya dikira PMS kali ya. Atau kursi kerja di rumah yang kurang bagus… karena dulu beli kursi ya asal ada saja, gak kepikiran kalau nantinya bakalan kerja dari rumah. Beli kursi, gak berkurang sakitnya, malah tambah parah. Puncaknya tuh punggung kaku banget kayak papan, gak bisa ditekuk, gak bisa membungkuk, dan yang paling menyiksa adalah gak bisa naik angkot duduk di belakang. Rasanya sedih deh… belum setengah baya tapi sudah soak begini.

Diingat-ingat, sakitnya mirip dengan sakit waktu trimester ketiga pas hamil. Jangan2 ini yang dimaksud lower back pain berkaitan dengan hamil dan melahirkan (ingat2 presentasinya Brett Money, expert tum waktu anniversary tum waktu itu). Akhirnya saya mencoba bikin janji ke Omactive. Kondisi makin parah, perubahan posisi makin menyiksa, duduk bangun susah, bantuin Albert mandi susah, pokoknya segala serba susah. Takut banget deh…

Memberanikan diri ke Omactive, setelah diperiksa, ini kategorinya mild (gak kebayang gimana yang parah deh), jadi tulang panggul gak balik sempurna ke tempatnya setelah hamil dan melahirkan. Ada hubungannya dengan hormon dan sendi-sendi yang kendor. Treatment-nya dipijat dan ada PR core training-nya. Jadi dipijat untuk melemaskan otot-otot yang kaku, kemudian latihan untuk menguatkan otot. Ternyata setelah kunjungan ketiga, keempat, punggung mulai membaik. Keren ya… Total sampai kemarin itu tidak sampai sepuluh kali. Tapi sekarang sudah bisa membungkuk lagi dan sudah mulai lincah lagi. Kadang terpikir, kog bisa ya. Sepertinya latihan yang dilakukan juga sepele sekali, tapi terapisnya tahu lho kita latihan atau tidak. Sepertinya cuma dipijat, tapi kog betul-betul membaik. Saat sudah membaik, mereka bilang, sekarang sudah oke, kalau ada yg dirasa tidak enak silakan kembali.

Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan terapisnya, saya jadi tahu kalau rasanya sakit, kaku itu berarti masalah dengan otot. Kalau ada rasa tajam sakit menusuk-nusuk, itu artinya ada syaraf terjepit. Golden period untuk memulihkan syaraf terjepit adalah tiga bulan.

Sekarang jadi lebih tahu diri, tidak semua kerjaan diterima, tidak memforsir diri, rajin latihan, dan tahu batasan. Memang terkadang mesti dicolek begini kali ya agar lebih tahu diri…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s