Tiga bulan meninggalkan zona nyaman

Ternyata udah tiga bulan lebih gw meninggalkan zona nyaman… gimana rasanya? Jujur… pasti ada enaknya dan ada gak enaknya… Tapi kalau diminta memilih, gw pasti akan lebih memilih jadi freelancer begini ketimbang ngantor seperti sebelumnya. Gak perlu desak2an parah di kereta tiap pagi dan sore… itu yg menyenangkan… Bisa antar jemput anak sekolah… priceless… kapan lagi, kalau gak sekarang, nanti tahu2 albert sudah besar dan gak mau diantar jemput lagi. Manajemen waktu masih berantakan… waktu terbaik untuk kerja tuh kalau albert sekolah atau albert tidur… rasanya kejar2an banget… dulu waktu masih ngantor seringnya di rumah ya untuk santai… sekarang belum bisa tidur, apalagi kalau artikel buat di sini belum beres…Menegangkan, sekaligus menyenangkan…

Di luar dugaan ada kesempatan2 baru yang datang… jadi editor TUM, kehormatan besar nih… dapat kesempatan menulis ulang cerita rakyat, ada kesempatan bantuin FP bikin buku, semua di luar dugaan. Ngajar gimana? Jalan terus pastinya, sekalian ada proyek multimedia juga di situ…

Kalau ditanya, kenapa suka dan gak menyesali keputusan besar itu? Mungkin karena hidup rasanya lebih seimbang… Walau beberapa kali berantem sama albert, tapi tetap saja menyenangkan. Yang dikangenin dari kerja kantoran adalah ngobrol2 seru bareng teman sekantor, ketawa2 bareng, tapi sekarang lumayan tergantikan dengan obrolan2 via whatsapp…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s