Hari Minggu di Museum Transportasi, TMII

Gara2 baca tulisan tentang jalan2 ke Taman Mini di theurbanmama…. Memang sudah lama punya rencana untuk ajak Albert ke sana. Gw baru tahu di sana ada museum transportasi, dan ada pesawat gede2 begitu… pasti si Albert yang tergila-gila pada pesawat setelah acara jalan-jalan ke Jogja waktu itu bakalan senang bukan kepalang. Ditambah lagi si Nawi bilang kalau mulai Maret ini dia rutin liburnya kalau gak Sabtu ya Minggu… kesempatan langka tuh… sebelum nanti peraturannya berubah lagi… jadilah gw bikin rencana untuk ke Taman Mini…

Gw berangkat sekitar setengah sepuluh… ternyata gak terlalu jauh dari rumah… langsung menuju Museum Transportasi. Si Albert tidur sepanjang jalan, pas bangun ngeliat pesawat di depan mata langsunglah heboh teriak-teriak dan langsung mau lari ke sana. Pertama, beli karcis dulu, dan harganya hanya dua ribu rupiah per orang, Albert yang belum 3 tahun masih gratis. Trus lihat di loket tulisannya pesawat tutup… waduh, tapi kok keliatan orang masuk keluar dari situ, ternyata tutup hanya sementara, karena ada rombongan. Tidak lama setelah itu kita sudah bisa lagi beli tiket masuk ke pesawat, harganya tiga ribu rupiah per orang, trus dapat tiket yang mirip dengan boarding pass zaman dulu.

bersama helikopter

duduk di kokpit

Entah siapa yang lebih senang, kayaknya anak sama bapak sama2 antusias buat duduk di kokpit dan difoto! Kita gak lama-lama di dalam pesawat itu, karena makin banyak orang yang masuk dan makin ramai, jadi kita keluar. Jalan-jalan di halaman museum itu yang luas buanget. Ada bis tingkat yang dulu pernah berkeliaran di jalanan Jakarta… kayaknya dulu girang banget kalau naik bis tingkat. Ternyata ada taman lalu-lintas juga di situ, dan sebenarnya anak-anak bisa menyewa sepeda. Setelah itu kita sempat lihat-lihat kereta jadul, berfoto-foto di sekitar situ. Suasana di dalam museumnya sih biasa banget, bisa dibilang menyedihkan kalau dibandingkan dengan museum-museum di luar negeri yang interaktif (kata temen gw, gak boleh protes karena bayarnya cuma dua ribu rupiah!). Isinya ya miniatur-miniatur alat transportasi, mulai dari becak sampai pesawat, kereta dan kapal laut yang ditaruh di kotak kaca. Sama ada juga maket-maket MRT gitu-gitu deh… Tapi ternyata itu semua udah bisa bikin si Albert senang buanget… dan susah diajak pulang, padahal gw udah laper dan capek muter2. Balik lagi dan balik lagi, untungnya di dalam museum ada banyak kursi, jadi gw bisa menunggu sambil duduk.

bis tingkat kereta jadul

Untungnya setelah beberapa jam di situ (lebay karena paling gak sampai dua jam)… gw berhasil mengajak Albert keluar, trus kita makan siang, dan hari itu ditutup dengan naik aeromovel. Penutup hari yang agak mengecewakan, karena Albert yang super antusias untuk naik kereta jadi sedikit bete karena kepanasan di dalam kereta, dan situasi di dalam kereta yang kata Nawi hampir sama dengan metromini… sumpek, panas, dan kotor. Sayang memang, seperti biasa, di sini orang jago membangun, tapi sangat lemah pada pemeliharaan dan perawatan. Berjalan-jalan di Taman Mini cukup menyenangkan sebagai alternatif, apa pun kekurangannya, kami pasti akan balik lagi untuk mengajak Albert melihat-lihat bagian lain seperti Taman Burung, naik kereta gantung, atau masuk ke museum-museum lainnya.

taman lalu lintas

menyusuri rel

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s