Perpisahan yang manis

Ambilkan bulan, Bu…
Ambilkan bulan, Bu…
Yang slalu bersinar di langit…
Di langit bulan benderang…
Cahyanya sampai ke bintang…
Ambilkan bulan, Bu…
Untuk menerangi
Tidurku yang lelap
Di malam gelap….

Akhir-akhir ini, lagu di atas menjadi pengiring menjelang Albert tidur. Dengan lampu remang-remang, biasanya Albert minta boboan di dada Mama, dan gw menyanyikan lagu tersebut, setelah lagu habis, Albert akan bergulir ke tempat tidur dan mulai berusaha untuk tidur. Romantis ya…

Jujur saja, gw tidak terlalu menantikan saat-saat gw harus menyapih Albert. Rasanya berat sekali harus mengakhiri masa-masa indah menyusui. Gw masih terus menyusui Albert setelah ulang tahunnya yang ke-2. Tapi pada suatu titik, gw merasa, oke, sudah saatnya Albert untuk mulai disapih, dan entah apa pemicunya, mungkin inilah tandanya gw sudah siap untuk menyapihnya.

Menjelang Albert berusia dua tahun, gw sudah bolak-balik membaca-baca thread tentang menyapih di theurbanmama. Lalu gw juga membaca sharing para ibu tentang proses menyapih. Gw benar-benar deg-degan dan tidak punya bayangan akan seperti apa penutup dari masa menyusui selama lebih dari dua tahun ini. Apakah akan terjadi drama atau lancar-lancar saja. Sepertinya dibutuhkan keberanian lebih untuk bisa memulai proses weaning with love ini. Selama ini gw selalu menidurkan Albert dengan menyusuinya, jadi gw juga tidak punya gambaran dengan cara apa gw bisa membuatnya tidur selain menyusui…

Berkat salah satu thread di theurbanmama, gw tahu bahwa sebenarnya kalau anak bangun di tengah malam sebaiknya tidak langsung disodori susu. Apa daya, selama hampir dua tahun itulah yang gw lakukan, karena gw harus bekerja di pagi hari, jadi gw tidak mau repot terbangun di malam hari, menenangkan Albert, padahal masalah bisa langsung selesai begitu gw sodori susu, hehehe…. Gw berdiskusi dengan suami gw, dan kami sepakat ingin kembali tidur pulas sepanjang malam, jadi kami mencoba untuk tidak memberikan susu mama jika Albert terbangun di malam hari. Perjanjiannya, kalau Albert terbangun di malam hari, suami gw yang akan menanganinya, sementara gw boleh pura-pura tidur (Yes! Pembagian tugas yang oke, kan?!) Tiga hari pertama agak berat menurut gw. Setiap kali Albert terbangun, suami gw langsung bertanya Albert mau apa, dan menyodorkan air putih kalau Albert minta susu mama. Kadang Albert menangis, tapi toh lama-kelamaan tertidur juga. Pada hari keempat ternyata Albert bisa tidur sepanjang malam, tanpa minta susu mama dan tanpa minta ke kamar mandi (Males kali ya… bangun2 juga percuma aja, paling dikasih air putih… hehehe). Horeeee, setelah lebih dari dua tahun, akhirnya gw dan suami bisa kembali tidur pulas sepanjang malam…

Setelah berhasil menghentikan kebiasaan bangun di tengah malam dan minum susu mama, Albert hanya menyusu menjelang tidur. Kami mencoba menawarkannya susu kotak menjelang tidur. Kami berulang kali mengucapkan mantra “Albert sudah besar, kalau sudah besar minumnya susu kotak.” Beberapa hari pertama, cara ini berhasil, dengan catatan, kalau suami gw ada di rumah menjelang jam tidur Albert. Kalau suami gw pulang malam, Albert berkilah, “Kalau ada Papa, Albert minum susu kotak. Sekarang kan tidak ada Papa.” Setelah beberapa hari sukses tidak menyusu, tiba-tiba pada hari Sabtu tanggal 8 Januari 2011, Albert berulang kali mengajak gw ke kamar dan minta minum susu mama. Hal itu terjadi sepanjang hari. Gw sempat berpikir bahwa proses penyapihan itu gagal karena Albert jadi makin sering menyusu. Tapi ajaib, karena beberapa hari setelah itu suami gw selalu ada di rumah saat menjelang Albert tidur, jadi dia tidak menyusu. Setiap ditawari susu mama juga dia menolak, “Tidak, Mama, Albert sudah besar, sekarang Albert minumnya susu kotak.” Bahkan saat kebetulan suami gw pulang malam, Albert tetap menolak susu mama, juga saat demam karena teething, gw sempat menawarkan susu mama, tapi ditolak mentah-mentah walau kondisinya lemas. Wow, ini artinya Albert sudah sukses disapih. Ternyata seharian menyusu berkali-kali pada tanggal 8 Januari 2011 itu merupakan perpisahan yang manis.

Ah, sekarang memang Albert sudah besar… ritual menyusu sebelum tidur secara otomatis langsung tergantikan dengan membaca buku bersama. Kalau belum begitu mengantuk, Albert bisa minta dibacakan banyak sekali buku. Kadang kalau kangen dengan susu mama, Albert minta ditidurkan di dada gw, sambil dinyanyikan lagu Ambilkan Bulan, Bu. Kadang kalau terpaksa gw harus pulang malam, Albert membaca buku bersama papanya atau minta diputarkan musik. Ternyata dua tahun itu berlalu sangat cepat…

Sekarang ritual menjelang tidur jadi ganti dengan minum susu kotak pakai cangkir mama…
minum susu sebelum tidurminum susu kotak pakai cangkir mama

Lanjut dengan pilih-pilih buku yang mau dibawa ke kamar… dan gak pernah bawa buku kurang dari lima… fiuh… perjuangan panjang…pilih2 buku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s