Ayo Berkreasi Bersama!

Saya masih ingat, saat saya kecil, saya sering diajak oma saya untuk berkreasi bersama di rumah, mulai dari menggambar, melukis, origami, membuat kolase, menjahit, merajut, dan lain-lain. Menurut saya, kegiatan itu sangat menyenangkan, buktinya saya masih ingat sampai sekarang. Waktu SMA, di sekolah saya juga kegiatan ini mendapatkan perhatian khusus, saya mulai mencoba bermain dengan tanah liat, gips, melukis di kanvas, merenda, makrame, dan belajar paper cutting. Pada saat kuliah, saya sempat berjualan kartu-kartu pop-up buatan sendiri, dan ternyata kemampuan berkreasi juga sangat berguna saat saya mengajar bahasa.
serius membubuhkan lem

Sudah terbayangkan bahwa saya akan menularkan kesenangan ini pada anak saya nanti. Apalagi saya juga rajin menonton acara semacam Art Attack dan Mister Maker. Sejak Albert berusia 1,5 tahun, saya pelan-pelan mulai mengumpulkan berbagai barang untuk melengkapi “art box”-nya, yang tak lain adalah kontainer plastik yang saya isi berbagai macam barang yang bisa dipakai untuk berkreasi bersama. Saya secara khusus menyiapkan art box ini agar jika sedang ada waktu luang dan tercetus ide untuk bikin-bikin sesuatu, saya tidak perlu mencari-cari perlengkapannya terlebih dulu, karena sudah lengkap ada di suatu tempat. Art box ini biasanya saya simpan di salah satu lemari, tidak berbarengan dengan mainan Albert, karena di situ saya juga menyimpan berbagai peralatan yang cukup berbahaya, seperti gunting dan cutter.

menggambar dengan spidol

Saya memulainya dengan krayon dan kertas gambar, kemudian ditambah dengan spidol warna-warni, pensil warna, sekarang isinya kira-kira:

  • Krayon, spidol, dan pensil warna.
  • Berbagai jenis lem: lem kertas biasa, lem kertas yang seperti lipstik, lem kerajinan tangan.
  • Gunting untuk saya dan gunting yang aman untuk anak-anak.
  • Penggaris, cutter.
  • Kertas gambar, kertas warna-warni, kertas lipat.
  • Benang wol, tali, karet gelang.
  • Bantalan stempel untuk finger painting.
  • Playdough.
  • Pembolong kertas (yang standar dan berbagai bentuk).
  • Semacam spidol warna-warni khusus face painting.

Saya berencana juga melengkapinya dengan:

  • Cat poster warna merah, biru, kuning, dan putih (dari empat warna ini bisa dihasilkan jutaan warna)
  • Kuas dan palet.
  • Busa-busa berbagai bentuk.
  • Apron untuk Albert.

Selain barang-barang yang saya sebutkan di atas, saya juga suka mencari-cari bahan yang ada di rumah, seperti kapas, kacang-kacangan, piring kertas, gelas plastik, tisu, tusuk gigi, dan berbagai barang lain yang memang selalu ada di rumah. Dengan adanya art box ini, jika saya punya ide untuk berkreasi bersama Albert, mood itu tidak akan hilang menguap karena saya tidak punya perlengkapannya. Ide-ide untuk berkreasi biasanya saya ambil dari internet, acara televisi, atau buku-buku.

salah satu kreasi Albert

Mungkin ada mama yang punya ide lain untuk mengisi art box untuk anak?

Artikel ini sudah pernah tayang di The Urban Mama, tanggal 10 Februari 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s