Jatuh… dan berdiri lagi…

Saat menjaga anakku yang sedang belajar berjalan, jantungku rasanya berdebar-debar. Pasti saja, berkali-kali jatuh dan berkali-kali berdiri lagi… pantang menyerah. Tetap bersemangat sekalipun ia sudah berkali-kali jatuh. Perasaanku sebagai ibunya menjadi sangat tidak karuan, lelah dan dagdigdug melihatnya terus-menerus seperti itu. Tapi memang ini proses yang harus dilalui agar ia kelak mahir berjalan. Dengan jatuh itu ia belajar cara menyeimbangkan badannya dengan lebih baik. Dengan jatuh lagi ia belajar mengira-ngira jarak yang harus ditempuhnya, di mana ia bisa berpegangan, agar jadi makin mahir, dan makin jarang terjatuh. Tidak perlu waktu terlalu lama, ia pun kini sudah makin mahir berjalan.

Tampaknya kita harus banyak belajar dari anak-anak. Mereka berkali-kali terjatuh, tapi tak pernah jemu untuk berdiri lagi. Padahal kita sering kali jatuh, dan malas untuk berdiri lagi. Jarang kita mau belajar dari kejatuhan kita. Padahal mungkin, seperti anak-anak yang sedang belajar berjalan, jika kita mau belajar, tentunya kita menjadi makin mahir, dan makin jarang terjatuh…

Kadang kita tak menyadari, bahwa dari peristiwa sederhana seperti ini, kita bisa belajar banyak, agar tak sering terjatuh… dan jika terjatuh, tak malas untuk berdiri lagi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s